Jegog Bambu

04Dec11

Gamelan jegog mungkin masih kalah populer dibandingkan dengan gamelan asal bali seperti semarpagulingan dan gong kebyar, gamelan jegog ini bisa kita jumpai di Kabupaten Jembrana  Bali, di kabupaten jembrana sendiri gamelan jegog sangat popular banyak sekali seke atau grup kesenian Jegog yang berkembang sangat pesat di kabupaten jembrana. salah satu seke yang saya singgahi adalah seke Suar Agung dari Banjar Sangkaragung Kab. jembrana dan Seke Taruna Budi Laksana. kab. jembrana Bali.

1. Sejarah

Gamelan jegog pada mulanya hanya kesenian gamelan saja tanpa tari-tarian, Gamelan jegog di duga di ciptakan oleh salah seorang seniman yang bernama Kiyang Gliduh di kabupaten Jembrana tepatnya di desa Sangkaragung sekitar tahun 1912. karena suara gamelan jegog ini dapat terdengar cukup jauh, pada waktu itu fungsi gamelan jegog  hanya untuk memanggil anggota masyarakat desa agar berkumpul untuk melakukan kegiatan gotong-royong. kemudian gamelan jegog berkembang untuk mengiringi tarian pencak silat yang diadakan setelah kegiatan gotong-royong selesai. dari perkembangan tersebut lama-kelamaan gamelan jegog dilengkapi dengan tari-tarian kemudan sempat pula menjadi drama jegog yaitu sebuah pentas drama tradisional dengan iringan jegog. kata jegog  memiliki pengertian  sesuatu yang paling besar, dalam bahasa bali = nyegogog. oleh karena itulah  gamelan ini disebut Jegog.

Tak hanya secara fungsional, gamelan jegog juga mengalami pengembangan pada instrumen nya,  awalnya gamelan jegog hanya terdiri dari tujuh unit instrument yaitu: tiga unit barangan yang dalam formasi gamelan jegog diletakkan paling depan,  kemudian  tiga unik kancil yang di letakan di tengah  dan yang palin belakan adalah jegog itu sendiri. seiring dengan perkembangan kebutuhan fungsional gamemelan jegog masa kini memiliki empat belas instrumet dala satu grup atau seke gamelan jegog yangterdiri dari ; tiiga unit barangan yang diletakan di depan, tiga unit kancil, tiga unti suir, dua unit celuluk dan dua unit suir/kuntung di bagian tengah, sedangkan di bagian belakan ada dua unit undir dan satu jegog.

2. Struktur formasi Gamelan jegog

3. Sistem Pentalaan /Tonalitas

Gamelan jegog memiliki delapan daun dengan sistem penalaan  empat nada. Umumnya, musik Bali menggunakan titi laras selendro atau pelog. Namun gamelan Jegog justru berada di tengah-tengahnya. Kalangan seniman Pulau Dewata menyebutnya wilayah titi laras jegog yang memiliki empat nada, yaitu dong, deng, dung, dan daing. Dua nada terakhir seakan melompat jauh. Mereka menyebutnya ngelangkahi gunung. Nah, dari empat nada unik itulah justru muncul harmonisasi dan riuh-rendah tetabuhan yang sangat dinamis. dalam buku Perkembangan karawitan bali oleh I W.M Aryasa B.A 1977 juga di sebut kan tentang asal usul laras ini, hal ini harus dihubungkan dengan istilah yang terdapat di masyarakat luas karena adanya sebutan “cubang-kirang” / “tembang-kirang”  yaitu untuk menamakan suatu jenis barungan berlaras salendro. kata kirang sendiri berarti kurang mungkin dimaksudkan  sebagai susunan nada yang kurang.

Nada di atas merupakan susunan nada gamelan jegog, mulai dari nada yang paling rendah di sebelah kiri, sementara untuk pentalaan gamelan jegog itu sendiri  digunakan istilah Njong untuk patokan mencari gamelan yang memiliki nada lebih tinggi dari gamelan sebelum nya..

contoh:

Nada Njong biasanya di ambil dari gamelan yang paling rendah yaitu instrument jegog.

Susunan nada Instrument  jegog dari terendah hingga tertinggi:

1. Ndong

2. Ndung

3. Ndeng

4. Ndaing

5. Ndong = Njong

6. Ndung

7. Ndeng

8. Ndaing

Nada kelima dari instrumen jegog (Njong) akan digunakan sebagai nada pertama instrumen Undir, dengan demikian maka instrument undir akan memiliki nada dasar  yang lebih tinggi dari nada instrument jegog. begitu pula sistem pentalaan ini berlaku untuk mencari nada dasar instrument jegog lain nya yang memiliki nada lebih tinggi.

4. Jenis tari-tarian Jegog

Banyak sekali tari tarian yang di iringi oleh gamelan jegog, salah satu yang paling popular adalah tari mekepung (karapan Kerbau). tarian ini di gelar pertama kalinya pada saat penerimaan Prasmaya Purna Karya Nugraha untuk kabupaten Jembrana.

selain tari mekepung berikut adalah jenis tarian popular lain yang di iringi oleh gamelan jegog

1. Tari Cangak Lemodang

2. Tari Ngelelana

3. Tari Jejogedan

4. Tari Dusta lina.

Sumber:

Bpk. I ketut Surung (seke Suar Agung)

Seke Taruna Budi Laksana. kab. jembrana Bali

Data riset: Made Bagus Permadi Putra, Jembrana 2009.



2 Responses to “Jegog Bambu”

  1. 1 dindasatya

    Bro, Matur suksma infomasinya…sangat bermanfaat bagi saya…..keep creative!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: