Tarawangsa

14Mar12


Musik tradisi tarawangsa adalah sejenis ensambel kecil, yang terdiri dari dua instrument yaitu sebuah istrument gesek dan dan sebuah instrumet petik. secara organologi instrumet gesek tarawangsa yang memiliki dua buah dawai ini mirip seperti rebab dan instrumen petik tarawangsa yang memiliki 7 dawai, secara bentuk dan fungsi hampir sama dengan kecapi ataupun siter. Fungsi waditra tarawangsa sama seperti rebab sebagai murba lagu atau pembawa lagu, kemudian sebagai anggeran wiletan (ketetapan) yang memberi anggeran dalam pergantian tekanan, yaitu dawai yang kedua di petik sebagai knong dan gong. Kecapi pada tarawangsa berfungsi sebagai balungan gending atau kerangka gending yang menjadi pola sebuah lagu. Di perkirakan musik tradisi tawangsa sudah ada sebelum abad ke 14 masehi. hal ini di buktikan dalam naskah sunda Sewaka Dharma, yang diperkirakan  berangka tahun 1021 saka atau sama dengan 1099 masehi[1]. Pada naskah ini, Tarawangsa  di sebutkan pada halaman ke-44 dan halaman ke-45 sebagai berikut:

Nu na[ng]gapan, sada canang, sada gangsa tumpang kembang, sada kumbang tarawangsa ngeui[k], sada titila[r]ri[ng] bumi, sada tatabeuhan jawa, sada gobeng direka cali[n]tu di an[n]jung, sada handaru kacapi la[ng]nga, sada keruk sagung. [2]

Terjemah:

Terdengar bunyi-bunyian, suara canang, suara gamelan tumpang kembang, suara kumbang dan tarawangsa menyayat hati, suara peninggalan bumi, suara gamelan jawa, suara baling-baling di tingkah calintuh di danau, suara deru kacapi penuh khawatir, suara sedih semua. [3]

Dalam kutipan tersebut tercantum dengan jelas bunyi tarawangsa. Kata Tarawangsa dalam literatur kuna dapat di temukan juga di beberapa naskah, dalam kitab Kidung Adiparwa dengan angka tahun 991 masehi tercatat nama instrument “trewasa” dan dalam kitab Malat disebut “trawasa” dan dalam kitab Bagus Turunan dengan angka tahun 862 masehi disebut “trawangsah”. Ketiga istilah tersebut juga muncul dalam tiga kidung bali yaitu Cupak, Adiparwa dan Malat. dengan demikian, dapat diduga  bahwa instrument tarawangsa terdapat juga di daerah itu pada masa-masa abad tertentu. [4] Di jawa barat sendiri saat ini musik tradisi tarawangsa hanya terdapat di beberapa tempat, yaitu di Cibalong – Cipatujah kab.Tasikmalaya, Rancakalong Kab. Sumedang, Paguyangan kab. Bandung dan kanekes (baduy) lebak, Banten. Dari keempat daerat tersebut kesenian musik tarawangsa masih di tetap terjaga,  karena kehidupan masyarakatnya yang masih memerlukan dan berkaitan dengan dengan upacara padi.  Kesenian musik tradisi tarawangsa adalah tradisi musikal yang telah lama ada dalam masyarakat sunda, dimana kesenian ini disajikan dalam konteks upacara ritual penghormatan terhadap dewi padi (Dewi Srti Pohaci Dandayang Tresnawati), sebagai sumber kehidupan manusia. Dalam perkembanganya, tarawangsa tak hanya sebagai musik ritual saja, tetapi tarawangsa juga sering di tampilkan untuk kebutuhan upacara manusa yadnya lain seperti, pernikahan, acara pemerintahan, kesenian dan lain sebagainya.

writer: Made Bsgus Permadi Putra

[1] Didi Wiardi. Konservasi Tradisi Musik Tarawangsa di Kampung Paguyanggan Bandung, 2008.

[2] Saleh Danasita. Sewaka Darma (kropak 408). Depdikbud. 1987

[3] Saleh Danasita. Sewaka Darma (kropak 408). Depdikbud. 1987.

[4] Jaap kunst. Hindu-Javanese Musical Instruments.1968.


Karinding Towel

14Dec11

Karinding, adalah alat musik indonesia yang berasal dari daerah Jawa Barat mungkin masih asing bagi masyarakat awam, banyak sekali versi yang menerangkan arti karinding ini, tetapi karinding ini merupakan alat musik Indonesia yang tergolong dalam klasifikasi lamellophone, banyak sekali alat musik sejenis lamellophone di nusantara ini yang secara organologi tidak jauh berbeda Continue reading ‘Karinding Towel’


Balinese Rebab

10Dec11

About the Rebab

Rebab  is one named for stringed instrument, play with a bow, which form part of the gamelan orchestras to be found in certain cultural areas across the Indonesian archipelago, such as Bali, East Jawa, Central Java, West Java, Sumatra and Sulawesi. In general, rebab instruments from these various region share some important similarities. they all use a bow and the same kind of strings, which are tuned in a similar fashion to produce tones, and they all used a coconut shell as a resonator. in terms of their shape they also share resemblance, with the exception of one type rebab found in the regency of Pasisir Selatan, West Sumatra, which is shaped more like a violin. The differences between  these rebab instruments include their various sizes, tones, style of bows, number of strings, and the compositions they are used to play. in general, the rebab has two strings, each one tuned individually, with the exception of the Pariaman rebab of West Sumatra, which has three strings, and the Pasisia rebab, also from West Sumatra, which has four strings. Continue reading ‘Balinese Rebab’



 AVAILABLE
Karinding Towel  – Asep Nata style.
model / material SURAT BAMBOO , and
model / materials BLACK BAMBOO .
TERSEDIA
Karinding Towel gaya Asep Nata.
model/bahan BAMBU SURAT, dan
model/bahan BAMBU HITAM.

Jegog Bambu

04Dec11

Gamelan jegog mungkin masih kalah populer dibandingkan dengan gamelan asal bali seperti semarpagulingan dan gong kebyar, gamelan jegog ini bisa kita jumpai di Kabupaten Jembrana  Bali, di kabupaten jembrana sendiri gamelan jegog sangat popular banyak sekali seke atau grup kesenian Jegog yang berkembang sangat pesat di kabupaten jembrana. salah satu seke yang saya singgahi adalah seke Suar Agung dari Banjar Sangkaragung Kab. jembrana dan Seke Taruna Budi Laksana. kab. jembrana Bali.

1. Sejarah
Continue reading ‘Jegog Bambu’


Teknik dasar permainan alat musik karawitan Gamelan Bali

1. Teknik dasar permainan Kendang
Motip pukulan Kendang pepanggulan :
a. Gegulet/Gilak yaitu kombinasi pukulan yang sama diantara kendang lanang dan wadon.
b. Motip Batu-batu yaitu secara tunggal lanang wadon yang dimainkan dengan memainkan paggul kendang.
c. Motip Ngunda yaitu motip angsel deweu atau aksen panjang, merupakan kombinasi antara kendang lanang dan wadon dengan beberapa variasi.
d. Motip Nganduh yaitu motip pukulan kendang yang merupakan salah satu bentuk variasi dari motip ngunda yang dipergunakan sebagai pertanda untuk mengakhiri sebuah lagu
sample ( http://www.youtube.com/watch?v=qUDrzkNwuUU&feature=related )
Continue reading ‘Teknik dasar permainan alat musik karawitan Gamelan Bali’




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: